![]() |
Pasar Pantai
Takisung, rencana dulunya adalah sebagai terminal dan pasar, rencana ini hanya
bisa berjalan beberapa minggu. Warga setempat sebagai penjual memilih berjualan
diwilah sekitar pesisir pantai. Alasan penjual adalah, barang mereka lebih laku
dijual dipesisir dibandingkan dengan di
terminal, mereka mempunyai istilah, “penjual mencari pembeli, bukan penjual
menunggu pembeli”.
Menyempitnya pesisir pantai bukan
dikarenakan erosi pantai, namun juga dibarengi oleh para penjual mulai
mendirikan bangunan warung sekita pesisir.
Warga mulai merebutkan lahan jualannya yang strategis, sehingga warung
bangunan mereka semakin maju kearah pantai, selain itu warga setempat juga
menyediakan tenda sebagai tempa istrihat pengunjung, hal ini tidak kalah
memakan lahan dengan bangunan warung.
Berkaitan dengan warung
warga, dinas pariwisata mulai peduli dengan adanya warung yang posisinya tidak
teratur, sudah beberapa kali warung mereka digusur Satpol PP demi ketertiban
pantai, namun ketertiban itu hanya mampu bertahan beberapa pekan. Pada akhir Juli 2016, dinas Pariwisata memberi peringatan lagi
kepada penjual asongan, bahwa dipertengan Agustus 2016 akan ada penggusuran
bagi warung yang tidak tersusun rapi dan melewati batas yang sudah ditentukan.
Hari ini Satpol PP sudah mulai merobohkan warung warga yang melewati batas yang
ditentukan dinas Pariwisata. Lebih dari 50 warung tergusur, mulai dari yang
permanen sampai warung yang hanya memasang beberpa tiang yang terbuat dari kayu
galam.
Kec. Takisung
Kab. Tanah Laut
Keluh Kesah Pedagang
Asongan Pantai Takisung










Tidak ada komentar:
Posting Komentar